Press Release

USAID/BKKBN Family Planning Conference in East Java Celebrates Quality Achievements

On April 25, the United States Agency for International Development (USAID) and the Government of Indonesia hosted 500 participants representing local governments and NGOs from 21 provinces and more than 110 districts for the Third Quality Conference on family planning and reproductive health in Indonesia.

The conference was held in Surabaya, East Java, under the auspices of the Indonesian National Family Planning Coordinating Board (BKKBN) and the USAID-funded Sustaining Technical Achievements in Reproductive Health (STARH) program. For more than 35 years, USAID has worked in close partnership with the BKKBN to develop one of the world’s most successful family planning programs. Indonesia’s National Family Planning Program has helped to significantly improve the health of mothers and children by allowing families to plan and space their births.  In 1980, only 26 percent of married women used contraceptives; today, more than 60 percent of couples use contraceptives.

In the fourth largest country in the world, family planning is an essential component of national development and poverty reduction.  USAID’s Deputy Mission Director, Robert Cunnane, “applauded the achievements of the USAID-BKKBN historic partnership,” and thanked and recognized Dr. Sumaryati Arjoso, the Chairperson for BKKBN for her tremendous leadership and commitment to improving quality, and expanding access of family planning services throughout Indonesia. 

Though the national program is internationally recognized as a success, at the district level the job is not yet finished. This conference will transfer proven family planning management, clinical and community tools and approaches for use at the local level.   Dr. Sumarjati Arjoso, chairperson of BKKBN, said “This conference is a timely event. We hope that through our quality conferences, participants from all provinces will be able to work more effectively in local areas throughout Indonesia.” Improving quality and expanding access of family planning services now and in the future will continue to be a critical issue to ensure a healthy and prosperous Indonesia.

__________________________________________________________________________________________

Konferensi Keluarga Berencana USAID/BKKBN di Jawa Timur Rayakan Pencapaian Mutu

Pada 25 April, Badan Pembangunan Internasional Pemerintah A.S. (USAID) dan Pemerintah Indonesia menggelar Konferensi ke-3 tentang Mutu Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi di Indonesia yang dihadiri oleh 500 peserta dari jajaran pemerintah daerah dan LSM yang berasal dari 21 propinsi dan lebih dari 110 kabupaten.

Konferensi ini digelar di Surabaya, Jawa Timur berkat dukungan dari Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan Program Bantuan Pencapaian Teknis dalam Kesehatan Reproduksi (STARH) yang didanai oleh USAID. Selama lebih dari 35 tahun, USAID bekerjasama secara erat dengan BKKBN dalam bentuk kemitraan untuk mengembangkan salah satu program keluarga berencana yang paling sukses di dunia. Program Keluarga Berencana Nasional di Indonesia telah membantu peningkatan kesehatan ibu dan anak secara signifikan yang memungkinkan keluarga merencanakan dan menjaga jarak kelahiran. Pada 1980, hanya 26 persen wanita menikah yang menggunakan alat kontrasepsi. Kini, lebih dari 60 persen pasangan menikah menggunakan alat kontrasepsi.

Di negara keempat terbesar di dunia, keluarga berencana merupakan elemen yang penting bagi pembangunan nasional dan pengentasan kemiskinan. Wakil Direktur USAID, Robert Cunnane, “memuji prestasi yang dicapai oleh kemitraan bersejarah antara USAID-BKKBN,” serta berterima kasih dan memberikan penghargaan kepada Dr. Sumaryati Arjoso, Ketua BKKBN, atas kepemimpinan dan komitmennya yang cemerlang dalam meningkatkan kualitas serta memperluas akses pelayanan keluarga berencana di seluruh Indonesia.

Meskipun program keluarga berencana nasional telah dianggap sebagai sebuah kesuksesan oleh dunia internasional, pekerjaan pada tingkat kecamatan belumlah selesai. Konferensi ini akan mengalihkan manajemen keluarga berencana, alat-alat serta pendekatan klinis dan komunitas yang telah teruji untuk digunakan pada tingkat lokal. Dr. Sumaryati Arjoso, Ketua BKKBN, mengatakan bahwa “Konferensi ini diselenggarakan pada saat yang tepat. Kami berharap melalui konferensi-konferensi berkualitas yang kami adakan, para peserta dari seluruh provinsi akan dapat bekerja secara lebih efektif di wilayah-wilayah lokal di seluruh Indonesia. “Meningkatkan kualitas dan memperluas akses pelayanan keluarga berencana saat ini dan di masa depan akan terus menjadi isu penting untuk menjamin Indonesia yang sehat dan makmur.

Learn more: Basic Human Services | About this activity



Related stories

Print this pageEmail this page

Last updated September 2, 2008

Viewers: Word | Adobe (PDF)

Privacy Statement www.usaid.gov

USAID | Indonesia
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 3-5 | Jakarta, Indonesia 10110
Tel +62 (21) 3435-9000
jakarta-info@usaid.gov