Press Release

U.S. Presidential Delegation Visits Aceh to Commemorate Progress Made One Year After the Tsunami

Natisios shakes woman’s hand.

USAID/Indonesia

USAID Administrator Natsios shakes hands with delegates at the mass grave in Lampuuk.

Andrew Natsios, head of the U.S. Presidential Delegation to Indonesia for Tsunami Commemoration and Administrator of the U.S. Agency for International Development (USAID), visited Banda Aceh December 17-18 to honor the Acehnese people for their resilience and view reconstruction efforts.

On Sunday morning, Natsios toured the tsunami-devastated village of Lampu’uk, dedicating a new USAID-funded water facility and laying a wreath on a village grave. In the afternoon, he witnessed the signing of a Memorandum of Understanding providing US$14 million in assistance to improve the quality of education and teacher training in Aceh. He then dedicated a special “One Year After” exhibition with the other members of the Presidential Delegation, U.S. Embassy Charge d’Affaires Lewis Amselem, USAID Mission Director William Frej; as well as Acting Governor Azwar Abubakar.

“We commend the Acehnese people and the Government of Indonesia,” Natsios said. “With their commitment to persevere through difficult times, they have laid the foundation for a peaceful and prosperous future for Indonesia. The American people continue to be fully committed to helping the citizens of Indonesia and other affected nations rebuild.”

The U.S. government was one of the first to respond to the disaster and remains one of the largest contributors to relief and reconstruction efforts in Indonesia. The U.S. Government has committed US$400 million to aid Indonesia’s tsunami relief and reconstruction efforts, while U.S. corporations and private citizens contributed US$1.4 billion toward regional relief and reconstruction. USAID is the lead U.S. government agency working to rebuild the Banda Aceh to Meulaboh road, restore livelihoods, create educational and training opportunities, improve health and hygiene, and rebuild homes. The signing of the US$14 million MOU with Syiah Kuala University demonstrates the U.S. commitment to support long-term recovery and reconstruction of Aceh and North Sumatra.

Highlighting the partnership between Indonesians and Americans to build Aceh back better, 16-square-meter “One Year After” exhibition uses photos and videos to illustrate the relief efforts in the areas of immediate assistance, rebuilding communities, infrastructure development, and local governance. Nearly 600,000 people affected by the tsunami have benefited from U.S. relief assistance.

The U.S. plans to continue support for long-term recovery and reconstruction of Aceh and North Sumatra, as part of a five-year, $750 million U.S. assistance partnership aimed at tackling critical development challenges in areas such as education, health, environment, economic growth, and democracy.


Delegasi Kepresidenan Amerika Serikat Mengunjungi Aceh untuk Memperingati Perkembangan Satu Tahun Setelah Tsunami

Andrew Natsios, Kepala Delegasi Kepresidenan Amerika Serikat ke Indonesia untuk memperingati kejadian Tsunami sekaligus sebagai Administrator Badan Pembangunan Internasional A.S. (USAID), telah mengunjungi Banda Aceh pada 17-18 Desember untuk memberikan penghormatan pada masyarakat Aceh atas kegigihan mereka serta untuk memantau upaya rekonstruksi.

Pada Minggu pagi, Natsios berkunjung ke Desa Lampu’uk yang hancur akibat tsunami untuk menyerahkan bantuan berupa tanki penyimpanan air baru yang didanai oleh USAID serta meletakkan karangan bunga di atas sebuah makam di desa tersebut. Sore harinya, ia menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman pemberian bantuan senilai 14 juta dolar untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan guru di Aceh. Ia kemudian meresmikan sebuah pameran istimewa yang bertajuk “Satu Tahun Kemudian” berserta anggota Delegasi Kepresidenan yang lain, Kuasa Usaha Tetap Kedutaan Besar A.S. Lewis Amselem, Direktur USAID William Frej; juga di dampingi oleh Pjs. Gubernur Aceh Azwar Abubakar.

“Kami memuji masyarakat Aceh dan Pemerintah Indonesia,” kata Natsios. “Dengan komitmen mereka untuk bertahan melalui saat-saat sulit, mereka telah meletakkan dasar bagi masa depan Indonesia yang damai dan sejahtera. Rakyat Amerika senantiasa berkomitmen penuh untuk membantu rakyat Indonesia serta negara-negara lain yang terkena musibah untuk membangun kembali kehidupannya.”

Pemerintah A.S. merupakan salah satu di antara pihak-pihak yang paling cepat bereaksi terhadap bencana tsunami serta salah satu pemberi bantuan terbesar bagi upaya pemulihan dan rekonstruksi di Indonesia. Pemerintah A.S. telah memberikan 400 juta dolar A.S. untuk membantu upaya pemulihan dan rekonstruksi pasca tsunami di Indonesia, sementara sejumlah perusahaan dan warga negara Amerika telah menyumbangkan 1,4 milyar dolar bagi upaya pemulihan dan rekonstruksi regional. USAID merupakan badan Pemerintah A.S. terdepan yang bekerja untuk membangun kembali ruas jalan dari Banda Aceh ke Meulaboh, mengembalikan mata pencaharian, menciptakan kesempatan dalam pendidikan dan pelatihan, meningkatkan kesehatan dan kebersihan, serta membangun kembali perumahan penduduk. Penandatanganan Nota Kesepahaman senilai 14 juta dolar dengan Universitas Syiah Kuala membuktikan komitmen A.S. untuk mendukung pemulihan dan rekonstruksi jangka panjang di Aceh dan Sumatera Utara.

Sebuah pameran yang bertajuk “Satu Tahun Kemudian”, yang menyoroti kemitraan antara bangsa Indonesia dan Amerika dalam membangun kembali Aceh menjadi lebih baik, digelar di sebuah tempat seluas 16 meter persegi, menampilkan foto dan video untuk menggambarkan berbagai upaya pemulihan di wilayah-wilayah yang menerima bantuan langsung, pemberdayaan komunitas, pembangunan infrastruktur, serta pemerintahan lokal. Hampir 600.000 orang yang menderita akibat tsunami telah terbantu berkat upaya bantuan pemulihan yang diberikan oleh A.S.

A.S. berencana untuk terus mendukung upaya pemulihan dan rekonstruksi jangka panjang di Aceh dan Sumatera Utara, sebagai bagian dari bantuan lima-tahun A.S. senilai 750 juta dolar yang bertujuan untuk mengatasi berbagai tantangan pembangunan yang serius dalam bidang-bidang seperti pendidikan, kesehatan, lingkungan, pertumbuhan ekonomi, dan demokrasi.

Learn more: Tsunami Reconstruction | About this activity



Related stories

Print this pageEmail this page

Last updated November 20, 2009

Viewers: Word | Adobe (PDF)

Privacy Statement www.usaid.gov

USAID | Indonesia
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 3-5 | Jakarta, Indonesia 10110
Tel +62 (21) 3435-9000
jakarta-info@usaid.gov