Press Release

U.S. Supports Aceh Peace Process

On November 16, the U.S. Government, through the U.S. Agency for International Development, agreed to provide an additional $9 million in funding to support implementation of the peace process in Aceh. This amount brings the total U.S. contribution to the Aceh peace process to $129 million.

The agreement was signed at the National Development Planning Agency - BAPPENAS by William Frej, USAID Mission Director for Indonesia and I Dewa Puti Rai, BAPPENAS Deputy for Politics, Defense and Security. Following the signing ceremony, remarks were delivered by James Kunder, USAID Assistant Administrator for Asia and the Near East and Dr. IR. Lukita Dinarsyah Tuwo, BAPPENAS Deputy Minister for Development Funding Affairs.

"We can only build Aceh back better if peace and security prevails for all Acehnese," said Mr. Kunder "USAID is committed to assisting the Government of Indonesia and the people of Aceh Province to ensure that peace endures and Acehnese can once again enjoy prosperous, productive lives. The additional $9 million will support building peace and strengthening reconciliation, thereby maximizing recovery efforts in the province."

The grant will fund public information campaigns, public forums, conferences and other socialization activities; technical assistance and capacity building support to key local government offices involved in the peace process; and community-based development programs in targeted communities.

This agreement is part of a broader development partnership between the U.S. and Indonesia, which includes US$400 million to support the immediate and long-term recovery and reconstruction of Aceh and North Sumatra.


A.S. Mendukung Proses Perdamaian di Aceh

Pada tgl. 16 November, Pemerintah A.S., melalui Badan Pembangunan Internasional A.S. (USAID), menyetujui untuk menyediakan dana tambahan sebesar 9 juta dolar Amerika untuk mendukung pelaksanaan proses perdamaian di Aceh. Dengan bantuan dana ini, jumlah total bantuan A.S. bagi proses perdamaian di Aceh menjadi sebesar 129 juta dolar Amerika.

Perjanjian tersebut ditandatangani di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) oleh William Frej, Direktur USAID di Indonesia dan by I Dewa Puti Rai, Wakil ketua BAPPENAS untuk bidang Politik, Pertahanan dan Keamanan. Setelah upacara penandatanganan, James Kunder, Asisten Pelaksana USAID untuk Asia dan Timur Dekat, dan Dr. Ir. Lukita Dinarsyah Tuwo, Wakil ketua BAPPENAS untuk Urusan Pendanaan Pembangunan, menyampaikan sambutan.

"Kita hanya akan bisa membangun Aceh kembali lebih baik jika perdamaian dan keamanan meliputi semua rakyat Aceh," kata Mr. Kunder "USAID berkomitmen untuk membantu Pemerintah Indonesia dan rakyat Aceh untuk memastikan bahwa perdamaian tetap langgeng dan rakyat dapat kembali lagi menikmati kehidupan yang makmur dan produktif. Tambahan dana sebesar 9 juta dolar Amerika akan memperkuat rekonsiliasi, sehingga mengoptimalkan upaya-upaya pemulihan di provinsi tersebut."

Hibah tersebut akan mendanai gerakan informasi publik, forum-forum publik, konferensi dan berbagai kegiatan sosialisasi; bantuan teknis dan dukungan pembangunan kapasitas kepada lembaga pemerintah daerah yang penting yang terlibat dalam proses perdamaian; serta program pengembangan berbasis komunitas di masyarakat yang menjadi sasaran.

Perjanjian ini adalah bagian dari kemitraan pembangunan yang lebih luas antara Amerika Serikat dan Indonesia, yang mencakup 400 juta dolar Amerika untuk mendukung pemulihan dan rekonstruksi dalam waktu dekat dan jangka panjang di Aceh dan Sumatra Utara.

Learn more: Democracy and Governance | About this activity



Related stories

Print this pageEmail this page

Last updated December 4, 2008

Viewers: Word | Adobe (PDF)

Privacy Statement www.usaid.gov

USAID | Indonesia
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 3-5 | Jakarta, Indonesia 10110
Tel +62 (21) 3435-9000
jakarta-info@usaid.gov