Press Release

U.S. Ambassador Cameron Hume Introduces U.S-Funded MTV Documentary on Human Trafficking in Southeast Asi

Jakarta, October 30th -- U.S. Ambassador Cameron Hume introduced Traffic: An MTV EXIT Special, a MTV-produced documentary on human trafficking in Southeast Asia at the Time Break Café, in Plaza Semanggi today.  The film program, funded by the U.S. Agency for International Development (USAID) has been received enthusiastically by audiences in China, Malaysia and India, when it was shown in those countries.

The documentary film features the true stories of three people – an Indonesian, Filipino and a Burmese – who were trafficked into domestic servitude, prostitution and forced labor.  The film explains how people can guard against trafficking and what they can do to help end exploitation and trafficking.

 “This film is meant to save lives. Through MTV, it will reach millions of young people, the group most at risk in Asia,” said Ambassador Hume speaking at the film’s premiere at Time Break Café in Plaza Semanggi.

Traffic is presented in Bahasa by Indonesian celebrity Krisdayanti.  The documentary was a joint project of the MTV Foundation/Europe and USAID.  USAID plans to reach 380 million households in Asia in order to raise awareness about the issue and to prevent trafficking in persons in the region.  The documentary is part of a larger campaign that includes short anime films and public service announcements and MTV events to alert people about the dangers of trafficking and to bolster NGO anti-trafficking activities.

Human trafficking is a worldwide criminal enterprise that is second only to illegal drug trade earning an estimated US$7-$10 billion annually.


Dubes AS Cameron Hume Perkenalkan Film Dokumenter MTV Yang Didanai oleh AS tentang Perdagangan Manusia di Asia Tenggara

Jakarta, 30 Oktober  -- Hari ini, Dubes AS Cameron Hume memperkenalkan program Traffic: An MTV EXIT Special, sebuah program dokumenter produksi MTVmengenai perdagangan manusia di Asia Tenggara, bertempat di Time Break Café, Plaza Semanggi. Program film yang didanai oleh Badan Pembangunan Internasional Pemerintah Amerika Serikat (USAID) tersebut mendapat sambutan yang hangat dari pemirsa televisi di China, Malaysia dan India, saat program tersebut ditayangkan di negara-negara tersebut.

Film dokumenter tersebut menceritakan kisah nyata tiga orang – seorang warga Indonesia, Filipina, dan Burma – yang dijerumuskan ke dalam praktik perbudakan, prostitusi, dan kerja paksa. Film tersebut menjelaskan bagaimana kita dapat mewaspadai perdagangan manusia dan apa yang dapat kita lakukan untuk membantu mengakhiri eksploitasi dan perdagangan manusia.

 “Tujuan dari film ini adalah untuk menyelamatkan nyawa. Melalui MTV, film ini akan menjangkau jutaan kaum muda, kelompok yang paling berisiko menjadi korban perdagangan manusia di Asia,” kata Dubes Hume di acara pemutaran perdana film tersebut di Time Break Café, Plaza Semanggi.

Traffic disajikan dalam Bahasa Indonesia oleh artis Krisdayanti. Film dokumenter tersebut merupakan proyek kerja sama antara MTV Foundation/Europe dan USAID. USAID berencana menjangkau 380 juta rumah tangga di Asia dalam rangka menggugah kesadaran atas masalah perdagangan manusia dan mencegah praktik perdagangan manusia di kawasan tersebut. Program dokumenter ini merupakan bagian dari kampanye yang lebih besar yang mencakup film anime dan pengumuman layanan publik serta acara-acara MTV untuk membuat masyarakat siaga terhadap bahaya perdagangan manusia dan untuk meningkatkan kegiatan anti-perdagangan manusia oleh LSM.   

Perdagangan manusia adalah sebuah tindak kejahatan global yang menempati urutan kedua setelah kegiatan perdagangan obat terlarang yang menghasilkan sekitar 7-10 milyar dollar AS setiap tahunnya.

Learn more: Democracy and Governance | About this activity



Related stories

Print this pageEmail this page

Last updated July 23, 2008

Viewers: Word | Adobe (PDF)

Privacy Statement www.usaid.gov

USAID | Indonesia
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 3-5 | Jakarta, Indonesia 10110
Tel +62 (21) 3435-9000
jakarta-info@usaid.gov