Press Release

USAID and Coca-Cola Launch “Cinta Air” Program in Bekasi

Coca-Cola Indonesia and USAID Indonesia jointly launch the Community Watershed Partnership Program, or ‘Cinta Air’ (Love Water) in Bekasi, West Java.

USAID/ESP Jakarta

Coca-Cola Indonesia and USAID Indonesia jointly launch the Community Watershed Partnership Program, or ‘Cinta Air’ (Love Water) in Bekasi, West Java.

Today, USAID Indonesia and Coca-Cola commemorated World Water Day by launching the Community Watershed Partnership Program, or Cinta Air, in Bekasi, West Java. The goal of Cinta Air is to ensure the provision of clean water and sanitation services to 25,000 people living in the rapidly growing district of Bekasi.

Cinta Air, a US $700,000 partnership, brings together USAID, Coca-Cola and the Bekasi community to build a practical understanding of the vital connection between the environmental conditions in upstream forest areas, and having a regular supply of clean water downstream. Under the program, school and community group activities will develop local leadership needed to protect water resources, manage clean water and sanitation systems, and treat water to make it drinkable.

Herbert B. Smith, head of the USAID Basic Human Services program, described the activities that led up to the launch of Cinta Air. “Young scholars from Bekasi officially launched the Cinta Air program,” said Herbert B. Smith, head of the USAID Basic Human Services program. “By climbing to the top of the mountain to seek the source of their community’s water supply, these future scientists learned that what happens way up on the ridge has a profound impact upon the supply of water. Following the course of the water, they learned that what gets put in streams coming down the mountain affects the safety of the water you drink. They have realized that we are all part of the problem and can all be part of a solution – if we work together.”

Access to safe drinking water remains a serious problem in Indonesia, which ranks third in the world for the number of people lacking safe drinking water.  Diarrhea from water-born impurities remains the second largest killer of children under the age of five, accounting for more than 100,000 deaths per year.

USAID dan Coca-Cola Luncurkan Program “Cinta Air” di Bekasi

Hari ini, USAID Indonesia dan Coca-Cola memperingati Hari Air Sedunia yang ditandai dengan pencanangan Program Kemitraan Daerah Aliran Sungai (DAS) Masyarakat atau “Cinta Air” di Bekasi, Jawa Barat. Tujuan Program “Cinta Air” ini adalah menjamin persediaan air bersih dan layanan sanitasi bagi 25 ribu penduduk yang bermukim di kawasan Bekasi yang berkembang pesat.

Kemitraan “Cinta Air” senilai 700 ribu dolar A.S. ini menggalang USAID, Coca Cola, dan masyarakat Bekasi untuk memiliki pemahaman yang praktis tentang hubungan vital antara kondisi lingkungan di wilayah hulu hutan dan persediaan air bersih secara teratur di wilayah hilir. Melalui program ini, kegiatan-kegiatan yang dijalankan oleh sekolah dan kelompok masyarakat akan membentuk sikap kepemimpinan lokal yang dibutuhkan untuk melindungi sumber daya air, mengelola air bersih dan sistem sanitasi, serta menjaga air agar tetap layak diminum.

Herbert B. Smith, Kepala Program Layanan Dasar Kemanusiaan (Basic Human Services) USAID, menguraikan kegiatan yang telah dilakukan sehingga Program “Cinta Air” ini dapat dicanangkan. Sambil memberi penekanan pada para pelajar dari Bekasi yang secara resmi mencanangkan Program “Cinta Air” tersebut, ia berkata, “Para ilmuwan masa depan ini naik ke puncak gunung untuk mencari sumber persediaan air bagi komunitas mereka dan melihat bahwa apa yang terjadi di puncak gunung memiliki dampak yang berarti terhadap persediaan air. Mereka mengikuti arus air yang mengalir dan melihat bahwa apa yang masuk ke dalam arus tersebut turun ke bawah gunung dan mempengaruhi kebersihan air yang diminum. Mereka sadar bahwa mereka semua adalah bagian dari permasalahan tersebut dan bisa menjadi bagian dari penyelesaiannya jika kita semua bekerja sama”.

Akses untuk memperoleh air minum sehat masih menjadi masalah serius di Indonesia yang menempati urutan ketiga di dunia untuk jumlah penduduk yang kekurangan air minum sehat. Diare yang diakibatkan air kotor menjadi pembunuh balita nomor dua terbesar dan menyebabkan kematian lebih dari 100 ribu jiwa setiap tahunnya.                  

Learn more: Basic Human Services | Public-Private Partnerships | About this activity



Related stories

Print this pageEmail this page

Last updated August 28, 2008

Viewers: Word | Adobe (PDF)

Privacy Statement www.usaid.gov

USAID | Indonesia
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 3-5 | Jakarta, Indonesia 10110
Tel +62 (21) 3435-9000
jakarta-info@usaid.gov