Press Release
U.S. Supports Indonesia’s 2006 World AIDS Day Activities
Jakarta |
Tuesday, December 05, 2006
The U.S. Government, through the U.S. Agency for International Development (USAID), is once again supporting the Indonesian Government in its 2006 World AIDS Day activities. In view of the importance of reducing the stigma and discrimination that surrounds HIV/AIDS in Indonesia and elsewhere in order to combat the epidemic, the focus of the Government of Indonesia’s World AIDS Day activities is on People Living with HIV/AIDS (PLWHA).
Through the U.S. President’s Emergency Plan for AIDS Relief (PEPFAR), the U.S. Government is supporting an HIV/AIDS program with $8.2 million in Fiscal Year 2006. The program, implemented by USAID, is focused on 78 districts where local epidemics are expanding in eight provinces, Papua, West Irian Jaya, North Sumatra, East Java, Jakarta, Riau, West Java and Central Java. The U.S. Government’s efforts focus on prevention through behavior change, linking prevention to treatment and care services, and strengthening systems and building capacity of local organizations to provide services.
The PEPFAR program in Indonesia is closely aligned with Indonesia’s current National AIDS Strategy and complementary to the activities of other donors. The Government of Indonesia spent $13 million from central and local budgets in 2005 to support the national HIV/AIDS program, while international partners, including the U.S., contributes up to $51 million. Indonesia has received two AIDS grants from the Global Fund to Fight Aids, Tuberculosis and Malaria (GFATM), with maximum funding of $72.9 million.
Indonesia has an estimated 170,000 people living with HIV/AIDS out of a total population of 220 million, and an overall estimated prevalence of 0.1%. There have been an estimated 5,500 deaths due to AIDS in Indonesia. The epidemic is concentrated primarily among injecting drug users (IDUs) and their sexual partners, people engaged in prostitutions and their clients, and men who have sex with men. In 2004, 43.4% of all reported cases of HIV had been transmitted through heterosexual intercourse and 44.1% through IDUs.
A.S. Mendukung Kegiatan Hari AIDS Sedunia 2006 di Indonesia
Pemerintah A.S., melalui Badan Pembangunan Internasional A.S. (USAID), sekali lagi mendukung Pemerintah Indonesia dalam kegiatan Hari AIDS Sedunia 2006 yang diselenggarakannya. Memandang pentingnya mengurangi berbagai stigma dan diskriminasi seputar HIV/AIDS di Indonesia dan di tempat lain dalam upaya memerangi epidemi HIV/AIDS, fokus dari kegiatan Hari AIDS Sedunia yang diselenggarakan Pemerintah Indonesia adalah pada Orang dengan HIV/AIDS (ODHA).
Melalui Rencana Darurat bagi Penanggulangan AIDS yang dicanangkan Presiden A.S. (U.S. President’s Emergency Plan for AIDS Relief/PEPFAR), Pemerintah A.S. mendukung program HIV/AIDS dengan dana sejumlah 8,2 juta dolar untuk tahun fiskal 2006. Program yang dilaksanakan oleh USAID ini difokuskan pada 78 wilayah tempat epidemi lokal berkembang di delapan provinsi, yakni Papua, Irian Jaya Barat, Sumatra Utara, Jawa Timur, Jakarta, Riau, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Upaya-upaya yang dilakukan Pemerintah A.S. menitikberatkan pada pencegahan melalui perubahan perilaku, menghubungkan pencegahan dengan layanan pengobatan dan perawatan, serta memperkuat sistem dan meningkatkan kapasitas organisasi lokal dalam memberikan layanan.
Program PEPFAR di Indonesia sejalan dengan Strategi AIDS Nasional yang sedang digalakkan di Indonesia dan melengkapi kegiatan yang sedang dilakukan para donatur lainnya. Pemerintah Indonesia telah mengucurkan dana sebesar 13 juta dolar A.S. dari APBN and APBD 2005 untuk mendukung program HIV/AIDS nasional, sementara para mitra internasional, termasuk A.S. menyumbang sebesar 51 juta dolar A.S. Indonesia juga telah menerima bantuan hibah untuk AIDS dari Global Fund to Fight Aids, Tuberculosis and Malaria (GFATM) sebesar maksimum 72,9 juta dolar A.S.
Diperkirakan terdapat 170 ribu dari total 220 juta jumlah penduduk di Indonesia yang mengidap HIV/AIDS dengan prevalensi sekitar 0,1%. Menurut estimasi, terdapat 5500 kasus kematian akibat AIDS di Indonesia. Epidemi ini terutama menjangkiti pada pemakai narkoba dengan menggunakan jarum suntik (injecting drug users/IDU) dan para mitra seksual mereka, mereka yang melakukan praktik pelacuran, dan para pria yang melakukan hubungan seksual sesama jenis. Pada 2004, dari semua kasus HIV yang dilaporkan, 43,4% kasus disebabkan oleh hubungan heteroseksual dan 44,1% akibat IDU.