Announcement
SENADA Hones Entrepreneurs’ Skills through Knowledge Development
|
Sunday, July 01, 2007
In July 2007, SENADA completed its initial phase of know-ledge development training in export readiness, job order costing, and sales management modules.
SENADA conducted a total of twelve training sessions (four of each module) in Jakarta, Bandung, Semarang, and Surabaya. A total of 345 participants were trained, representing the auto parts, footwear, furniture, garment, and home accessory industries.
SENADA also trained and provided materials to representatives from the National Agency for Export Development (NAFED), Indonesian Footwear Service Center (IFSC), and Kamar Dagang Indonesia (KADIN) to empower these organizations to provide additional future training on their own.
Through participation in these trainings entrepreneurs in-creased their understanding of the fundamental principles of export policies and procedures, manufacturing cost allocation, sales forecasting, and incentive development.
Although each module contained both theoretical and practical information, significant attention was given to utilizing real-world, business case examples, to ensure participants could more easily apply the principles learned to their own business.
To build upon this success, SENADA has completed a survey of more than twenty business development service (BDS) firms to identify potential training partners. Once their pro-files have been evaluated, SENADA will contact those firms whose objectives are most congruent with ours to explore collaboration.
Additionally, SENADA will continue to identify opportunities to provide high-impact training to firms using these and other business training modules.
SENADA is a four year, USAID financed project whose goal is to increase Indonesia's economic growth and employment by improving the competitiveness of major, labor intensive light manufacturing industries.
SENADA Pertajam Ketrampilan Para Wirausaha Melalui Program Pengembangan Pengetahuan
Pada bulan Juli 2007 lalu, SENADA menyelesaikan fase awal program pelatihan Knowledge Development tentang kesiapan ekspor, job order costing dan manajemen penjualan.
Secara keseluruhan, SENADA telah melaksanakan 12 sesi pelatihan (masing-masing empat kali untuk setiap modul pelatihan) di Jakarta, Bandung, Semarang dan Surabaya serta melatih 345 peserta pelatihan dari rantai nilai komponen otomotif, alas kaki, furnitur, garmen dan aksesori rumah.
SENADA juga telah melatih serta menyerahkan materi pela-tihan kepada para wakil dari Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN), Indonesian Footwear Service Center (IFSC) dan Kamar Dagang Indonesia (KADIN) guna membantu pemberdayaan organisasi tersebut dalam menyelenggarakan pelatihan di masa mendatang.
Dengan mengikuti pelatihan ini, para wirausahawan telah meningkatkan pemahaman mereka terhadap prinsip dasar kebijakan dan prosedur ekspor, alokasi biaya produksi, penganggaran penjualan serta pengembangan paket insentif.
Meskipun menyertakan beberapa teori serta informasi praktis, namun setiap modul memberikan porsi yang cukup signifikan mengenai penerapan di dunia nyata, disertai dengan kasus-kasus yang ada di lapangan, guna memastikan bahwa para peserta pelatihan dapat secara mudah menerapkan prinsip-prinsip tersebut dalam perusahaannya.
SENADA juga telah menyelesaikan survei terhadap lebih dari 20 penyedia jasa pengembangan usaha guna mengidentifikasi mitra potensial dalam menyelenggarakan pelatihan. Setelah menganalisa profil mereka, SENADA akan menghubungi para penyedia jasa yang memiliki tujuan yang serupa dengan SENADA untuk menjajaki kemungkinan kerjasama lebih lanjut.
Selain itu, SENADA akan terus mengidentifikasi peluang penye-lenggaraan pelatihan—dengan menggunakan modul yang telah tersedia maupun modul baru—yang dapat mencakup perusahaan dalam jumlah yang relatif besar.
SENADA adalah proyek empat tahun yang didanai oleh USAID. Tujuan SENADA adalah meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tenaga kerja terserap dan pendapatan melalui peningkatan daya saing industri manufaktur ringan padat karya yang signifikan.