JAKARTA – Officials The United States Agency for International Development (USAID) has helped Indonesia reduce the risks associated with the transmission of avian influenza (AI) in tens of thousands of villages since the launch of its Community-Based Avian Influenza Control Project (USAID-CBAIC) in 2006. The project has worked with the commercial poultry private sector to increase biosecurity and management practices to improve disease control and productivity.
On Wednesday, a conference entitled “Sustaining Efforts to Reduce Risk of AI through Partnerships” was held to mark the end of the four-year USAID-CBAIC program to reduce AI risk at the village level and throughout the commercial poultry supply chain. The conference also served to encourage and reinforce local, district, provincial, and national commitment to sustain AI control and risk reduction efforts going forward.
USAID Mission Director Walter North, in his opening remarks, noted that success is achieved in reducing AI transmission risks by nurturing existing government, private sector, and civil society partnerships, and creating new ones. In particular, partnerships with existing community-based networks and with large industrial poultry firms can facilitate risk reduction efforts at the village level and expand biosecurity in the commercial poultry sector. Mr. North stressed that continued efforts are needed to reduce AI risk in Indonesia, because all share the risk posed by AI.
Over four years, USAID-CBAIC reached over 100 million people with public service announcements, conducted intensive work in districts with the highest burden of H5N1 transmission, and engaged the poultry supply chain to demonstrate how improved biosecurity and management practices can make a difference.
While the CBAIC project has ended, USAID is still supporting a robust Avian and Pandemic Influenza prevention and control program, in partnership with GOI, through many partners--Food and Agricultural Organization (FAO), World Health Organization (WHO), John Snow International (JSI), and the Humanitarian Pandemic Preparedness (H2P) program implemented by International Federation of the Red Cross and the Red Crescent Societies (IFRC) and partners. This year we will provide $14M of assistance to reduce the impact of AI on humans and animal and to minimize the risk of a greater pandemic; and we will continue to build upon and support the important contribution of the CBAIC program.
For more information on this or other USAID programs, please contact: Roman Woronowycz, Outreach and Communications, at: tel no. 6221-3435-9424 or rworonowycz@usaid.gov
______________________________________________________________________
Kerjasama Menurunkan Resiko Flu Burung
JAKARTA – Para staf dari United States Agency for International Development (USAID) telah ikut serta membantu dalam usaha menurunkan resiko penularan penyakit Flu Burung di puluhan ribu desa-desa di Indonesia sejak diluncurkannya program Community-Based Avian Influenza Control Project (USAID-CBAIC) pada tahun 2006. Proyek ini juga menggalang kerjasama dengan sektor usaha peternakan unggas demi meningkatkan biosecurity dan praktek manajemen sektor tersebut agar dapat meningkatkan produktifitas dan mengendalikan penyebaran penyakit.
Pada hari Rabu ini, sebuah konferensi berjudul “Sustaining Efforts to Reduce Risk of AI through Partnerships” digelar untuk menandakan berakhirnya program empat tahun USAID-CBAIC dalam menurunkan resiko penyebaran Flu Burung di tingkat pedesaan dan jalur-jalur distribusi hasil peternakan unggas. Konferensi ini juga berfungsi untuk mendorong dan memperkuat komitmen di tingkat lokal, kecamatan, propinsi dan nasional untuk mengendalikan dan menurunkan resiko Flu Burung.
Direktur USAID di Indonesia, Walter North, dalam pidato pembukaannya menggarisbawahi keberhasilan Indonesia dalam mengurangi resiko penyebaran Flu Burung lewat terpeliharanya kerjasama yang baik antara pemerintah, sektor swasta dan organisasi-organisasi masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya kerjasama dengan jaringan-jaringan masyarakat serta dengan perusahaan-perusahaan peternakan unggas besar untuk memfasilitasi usaha-usaha pengurangan resiko di tingkat pedesaan dan peningkatan biosecurity di sektor usaha peternakan. Menurut North, usaha-usaha yang berkelanjutan untuk mengurangi bahaya ini masih dibutuhkan di Indonesia, karena Flu Burung mengancam seluruh lapisan masyarakat.
Selama empat tahun ini, USAID-CBAIC telah menjangkau lebih dari 100 juta orang lewat pesan-pesan layanan masyarakat, melakukan kerja intensif di berbagai kecamatan dengan tingkat penularan H5N1 tertinggi dan berinteraksi dengan jalur-jalur distribusi hasil peternakan unggas untuk menunjukan bahwa peningkatan dalam biosecurity dan praktek-praktek manajemen dapat menghasilkan pengaruh yang besar.
Walaupun proyek CBAIC telah berakhir, USAID masih berkerjasama dengan pemerintah Indonesia dalam program pencegahan dan pengendalian Avian dan Pandemic Influenza, lewat berbagai partner seperti Food and Agricultural Organization (FAO), World Health Organization (WHO), John Snow International (JSI), dan Progam Humanitarian Pandemic Preparedness (H2P) milik International Federation of the Red Cross and the Red Crescent Societies (IFRC).
Tahun ini USAID akan memberikan $14 juta dalam bentuk bantuan untuk mengurangi dampak Flu Burung pada manusia dan hewan serta untuk mengurangi resiko terjadinya pandemik yang lebih besar. USAID juga akan terus mengembangkan hasil-hasil serta kontribusi penting yang telah dicapai berkat program CBAIC.
Untuk informasi lebih lanjut tentang hal ini atau program-progam USAID lainnya, silahkan hubungi: Roman Woronowycz, Outreach and Communications, di 6221-3435-9424 atau rworonowycz@usaid.gov